Kamis, Juni 15, 2017

BERGIDIK NGERI DI PHNOM PENH


Oleh : TRAVENGLER

Beberapa waktu lalu, Babang Trav berkesempatan menjejakkan kaki di Negara Kamboja, sebenarnya gak ada kepikiran mau jalan kesana dalam waktu dekat. Rencana awalnya mau meet up dengan teman sesama blogger di Kuala Lumpur trus lanjut ngetrip bareng ke Nepal, cuma pas cek tiket harganya mahal, sedangkan teman tadi dapat tiket promo. 4 hari sebelum terbang ke KL, cek lagi tiket ke Nepal, harganya masih sama mahalnya. Langsung beralih ke rencana lain, beli tiket Kuala Lumpur - Phnom Penh dan pulangnya lewat Siem Reap ke Kuala Lumpur.

Alasan Babang pilih jalan ke negara Kamboja, pertama karena emang belum pernah kesini, ke Myanmar juga belum pernah sih. Alasan kedua  yang bikin mantap karena mau bikin video traveling untuk dikirim ke Net TV, nah pas Babang cek ternyata bisa dibilang belum ada sama sekali video yang pernah tayang di Net TV yang berasal dari Kamboja, beda halnya dengan video dari Myanmar yang udah banyak tayang. Jadi kesempatan tayang videonya lebih besar kan.

Walaupun tiketnya dah beli 5 hari sebelum terbang, tapi serius Babang gak ada persiapan sama sekali. Jalan-jalan kali ini gak ada susun itin mau kemana-kemananya, mikirnya pas nyampe sana aja hahaha. Penginapan di Phnom Penh aja dipesan sesaat sebelum terbang dari KL ke Phnom Penh, jaga-jaga nanti kalau disuruh isi alamat menginap selama disana.

Sampai di Bandara Phnom Penh, langsung cari atm, baru tau ternyata duit yang bisa diambil adalah Dollar Amerika, padahal mata uang resmi Kamboja adalah Riel. Dua mata uang ini berlaku di negara ini, kadang kita bayar pakai Dollar trus kembaliannya pake Riel. Biar gak nyasar, seperti biasa musti beli sim card internet, unlimited selama 7 hari harganya Usd 5, lanjut naik tuk-tuk ke penginapan di daerah Daun Penh bayar Usd 8. Malamnya baru buka internet untuk liat atraksi wisata dan susun rencana buat besok.

Esok paginya, Babang carter Tuk-tuk setengah hari. Si supir nanya mau kemana aja sambil nyodorin semacam brosur berisi atraksi wisata di Phnom Penh. Beruntung pak supir jago ngomong english. Setelah tawar-menawar, kami sepakat mengunjungi  4 tempat dengan harga USD 30.


  • Wat Phnom
Tujuan pertama adalah Wat Phnom atau Kuil Phnom, lama perjalanan dari Hotel sekitar 15 menit aja. Tiket masuk untuk turis dikenakan USD 1. Kuil Phnom ini terletak di dataran tinggi, ada puluhan anak tangga yang membawa kita ke pintu masuk. Bangunan kuil terlihat biasa aja, gak terlalu besar ataupun mewah. Sesekali ada penduduk lokal yang membawa bunga lalu sembahyang. Tiang dan atap dilukis mengikuti gambar yang ada di dinding yaitu lukisan Budha. Di pintu masuk ada beberapa penjual menawarkan burung, ya elah, disuruh beli lalu dilepas, ntar mereka tangkap lagi trus dijual lagi untuk dilepas. Gitu aja bolak-balik. Gak sampe 20 menit disini Babang lalu turun ke bawah.



  • Royal Palace
Tujuan selanjutnya adalah Preah Barum Reachea Veang Chaktomuk (ribet amat namanya) atau lebih dikenal dengan sebutan Royal Palace. Didirikan oleh Raja Norodom pada taun 1886, bangunan megah ini menjadi kediaman resmi raja beserta keluarganya sejak saat itu. Hampir seluruh bangunan didominasi oleh warna keemasan yang menjadi simbol keindahan dan kemegahan tempat ini. Untuk masuk ke komplek Royal Palace, pengunjung dikenakan tiket sebesar 40.000 Riel atau sekitar Rp 130.000.


Royal palace punya taman luas yang indah, keliatan tukang kebunnya gak makan gaji buta. Tamannya bener-bener bersih, gak ada nampak sampah berserakan. Sebenarmya waktu yang paling bagus kesini itu pagi sekitar jam 8-9. Pas Babang kesini udah jam 10 lewat dan matahari udah kerasa banget panasnya. Kalaupun datang agak telat, perlu siapin payung biar kalian gak gosong. Oia, istana ini akan ditutup untuk umum setiap jam 11 sampai 12 siang karena Raja akan menerima tamu-tamu kenegaraan pada jam tersebut dan akan kembali dibuka untuk umum pada jam 2 siang sampai jam 5 sore.



Salah satu bangunan yang paling mencuri perhatian adalah Silver Pagoda yang ada di selatan istana, di dalam pagoda ini tersimpan harta karun berupa emas dan patung Budha emas yang bertahtakan 9584 berlian dengan berat 90 KG. Silver Pagoda difungsikan sebagai tempat beribadah resmi bagi raja-raja Kamboja, namun sayang seribu kali sayang, pengunjung dilarang untuk mengambil foto atau video di dalam pagoda ini. Istana ini juga punya ruangan yang memamerkan koleksi tempat duduk raja yang disebut Palanquin yang terbuat dari emas, patung gajah kecil yang juga terbuat dari emas dan perak. Sementara itu di bagian luar ruangan pengunjung disuguhkan dengan pertunjukan musik tradisional Kamboja.


  • Monumen Kemerdekaan
Sebenarnya ini gak termasuk dalam list, cuma karena kebetulan melewati monumen ini, Babang minta pak supir brenti sebentar buat foto-foto. Monumen ini terletak di persimpangan Norodom Boulevard dan Sihanouk boulevard. Monumen ini dibangun taun 1958 untuk memperingati kemerdekaan negara Kamboja dari jajahan Perancis taun 1953.


  • Choeung Ek
Tujuan selanjutnya adalah Choeung Ek dan S21. Ada yang bilang belum sah ke Phnom Penh kalau belum berkunjung 2 tempat tadi, nah bagi yang pinisirin apa atraksi wisata yang 2 tadi, siap-siap merinding disko. Karena kita akan berkunjung ke kuburan masal dari korban pembantaian dan tempat eksekusi dari puluhan ribu warga kamboja taun 1975.


Sebelum tahun 1975, Choeung Ek Genocidal Centre atau yang lebih dikenal dengan Killing Fields adalah kuburan biasa keturunan Tiong Hoa, namun saat Pol Pot, pemimpin rezim Khmer Merah berkuasa mulai dari 1975-1979, tempat ini berubah menjadi tempat pembantaian. Pol Pot membunuh semua orang yang bertentangan dengannya yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintah dalam atau luar negri termasuk di dalamnya kaum professional dan akademis seperti guru, dosen, pengacara, dokter dan lain-lain. Saat satu anggota keluarga dibantai, maka artinya seluruh anggota keluarga lainnya juga akan diburu dan dibantai sampai gak ada yang tersisa, ini dilakukan biar gak ada yang akan balas dendam di masa yang akan datang.


Saat itu satu butir peluru terlalu mahal dibandingkan dengan nyawa satu manusia, sehingga eksekusi dilakukan dengan cara yang paling murah yaitu menggunakan parang, tombak atau cangkul. Bangunan Stupa berisi ribuan tengkorak dan tulang-belulang korban yang telah dikelompokkan berdasarkan umur dan jenis kelamin seolah menjadi saksi bisu kekejaman yang pernah terjadi di tempat ini. Jika tengkorak kepalanya pecah dan memiliki lobang kecil, bisa dipastikan korban meninggal karena ditombak kepalanya, jika tengkorak kepalanya pecah dan memiliki lobang memanjang, bisa dipastikan korban meninggal karena di parang, dan jika tengkorak kepalanya pecah dan memilik lobang yang cukup besar, bisa dipastikan korban meninggal karena dicangkul kepalanya. Selain tengkorak dan tulang belulang para korban, kita juga bisa melihat bukti lain seperti parang, cangkul, tombak yang pernah digunakan untuk mengeksekusi, selain itu juga disimpan baju-baju korban berlumuran darah yang telah mengering. Diperkirakan ada sekitar 20.000 masyarakat Kamboja menemui ajalnya disini.

Pakaian dan tulang dari korban


Killing Fields terletak sekitar 15Km dari pusat Phnom Penh, kita akan menemui jalanan kota yang mulus perlahan berubah menjadi jalan tanah yang berdebu, sangat disarankan untuk bawa masker agar tidak terhirup debu. Untuk masuk ke lokasi ini pengunjung dikenakan tiket sebesar USD6 atau sekitar Rp 80.000, setiap pengunjung juga akan dipinjamkan audio player yang akan menceritakan sejarah kelam tempat ini dalam bahasa inggris. Siap-siap merinding saat berada di tempat ini 



  • Museum Genosida Tuol Sleng
Beranjak ke tujuan selanjutnya, kali ini Babang menuju S21 (Security prison 21) atau Museum Genosida Tuol Sleng. Gak jauh berbeda dengan Killing Fields, kita akan merasakan kengerian yang sama. S21 adalah sekolah yang dibangun pada tahun 1965, namun saat Pol Pot berkuasa, sekolah ini beralih fungsi menjadi penjara sekaligus mimpi buruk yang paling buruk bagi ribuan orang.



Saat rezim Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot berkuasa di negara Kamboja, sekolah ini seketika beralih fungsi menjadi tempat introgasi, penjara sekaligus tempat penyiksaan. Semua orang yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintah dalam atau luar negeri akan ditangkap dan dikurung di sekolah ini. Pelajar, dokter, dosen, pengacara atau bahkan hanya petani, ikut ditangkap untuk diinterogasi, mereka dipaksa untuk mengakui bahwa telah menjadi mata-mata CIA.


Bukan hanya dikurung, para tahanan akan disiksa dengan berbagai macam alat seperti disetrum, di cabut kukunya, ditusuk menggunakan benda tajam, digorok, dibor kepalanya dengan mesin bor, digantung terbalik lalu direndam dalam guci besar berisi air dan siksaan lain sehingga meenemui ajalnya. Dari sekitar 14 ribu orang yang masuk ke penjara ini, hanya 7 orang saja yang berhasil selamat. Selebihnya menemui ajal di sekolah ini. 


Sulit untuk gak meneteskan air mata jika berkunjung ke sekolah ini mengingat sejarah kelam yang pernah terjadi disini akan membuat siapa saja merinding jika membayangkannya. Namun setidaknya kita bisa mengambil hikmah dan bersyukur karena gak pernah mengalaminya. Penjara S21 ini buka setiap hari mulai dari jam 7 pagi sampai jam 5.30 sore. Pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar USD 6 atau sekitar Rp 80.000 termasuk sewa audio tour.


19 komentar:

  1. Duh Babang Trav... luputannya bikin merinding apalagi ada cerita ciri-ciri tengkorak dengan lubang kecil, lubang mengaga, dan luka memancang. Gitu baca langsung kebayang film-film kolosal dengan drama hukuman mati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, Babang aja disini merinding gak abis-abis 🤢

      Hapus
  2. Informasinya lengkap kap,dari pertnghan hingga akhir merinding bacanya. Dicangkul diparang
    Jd pengen cari tahu lg sjrhnya

    BalasHapus
  3. Asyik fotonya keren n ceritanya serem tetap aja kombinasi yg bagus

    BalasHapus
  4. Wah, udah keduluan ke sana. Padahal saya juga udah lama mau ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru belum pernah ke sana. Istri maunya ke negara lain dulu nih

      Hapus
  5. Itu keluarga Raja masih ada sampai sekarang gimana ceritanya ya? Kok bisa selamat? Sementara puluhan ribu rakyatnya dibantai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut sejarah yang Babang baca, Norodom Sihanouk yang menjadi raja saat itu berkunjung ke Moscow taun 1970, sementara itu dilakukan kudeta di Phnom Penh oleh Marsekal Lon Nol, kemudian menghapuskan bentuk kerajaan dan menjadikan Kamboja sebagai negara republik. Sejak saat itu raja Norodom Sihanouk gak balik lagi ke Kamboja tapi menetap di Peking, China. 5 taun setelahnya yakni 1975 baru Khmer Merah berhasil menggulingkan kekuasaan dan menjadi pemimpin Kamboja

      Hapus
  6. Huhuhu, ngebayangin bentuk penyiksaan yang babang jelaskan itu rasanya pingin nangis. Semoga bisa ke sana nanti, pingin merasakan langsung aura kepedihan para korban itu.

    omnduut.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

      Hapus
  7. Hiiiiiii ngeri juga kuburan massal :(

    BalasHapus
  8. wkt ke PP dulu gak sempet ke tempat genocide itu. tapi tnyt yg lain2 belum banyak berubah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sayang banget kak gak mampir kesitu 😀

      Hapus
  9. Nunggu punya duit lah baru jalan-jalan. Ah, tapi ngga enak kalo sendirian jalan, nunggu punya istri dulu ajalah, ah tapi ngga enak ngga bisa bawa anak ngga ada yang motoin..


    Sampek akhirnya bener-bener ngga jadi jalan-jalan wkwk :D

    BalasHapus
  10. Aku msh pgn nangis kalo liat yg bagian penyiksaan utk membunuh bayi dan anak2 mas. Pohon besar itu. Ngebayanhin bayi ga berdosa kakinya dipegang dan dihantam keras2 k pohon :( . Mereka ga punya hati apa yaa :( . Aku jg penasaran ama lagi yg diputer keras2 di pohon tempat menggantung speaker. Itu lagunya serem banget. Suara ce menyayat tinggi gitu. Sampe mau aku cari siapa penyanyinya tp ga nemu

    BalasHapus

🙏 Hai salam kenal ya. Matur tengkiuw udah kepoin blog Babang Trav. jangan lupa tinggalin komen ya. Babang pasti berkunjung balik ke blog Kepoerz semua. Komen berisi link langsung Babang hapus ya.

https://www.instagram.com/travengler.id

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search