KAFE KUCING DI JAKARTA

November 17, 2016


Hai gaes apa kabar, sehat kan? Alhamdulillah. Makasi banyak buat yang masih setia kepoin Blognya Babang #kecupsatusatu. Eh dulu teman satu kuliah Babang Trav pernah curhat tentang keinginannya yang menggebu untuk piara kucing🐈, namun ditentang oleh emaknya gegara geli bingit ama bulu kucing. Emaknya langsung menjerit manjah kalo liat bulu kucing nempel di sofa apalagi di baju. Ada lagi teman yang pengen piara kucing tapi gak dibolein sama Bapaknya nya gegara udah ada guguk dirumahnya. "Dirumahnya" disini artinya tinggal bareng ama pemiliknya dalam satu rumah ya gaes,  bukan di luar rumah seperti guguk pada umumnya. Mungkin alasan gak dibolein piara kucing biar gak kelahi ntar sama anjingnya.

Sebagai anak kampung yang tumbuh besar di kampung, alhamdulillah Babang gak pernah ngalamin cerita seperti tadi. Emak dan Papski yang berlatar belakang petani dan peternak udah biasa piara macam-macam hewan sedari mereka kecil sebut saja ayam, bebek, kambing, sapi, kerbau, kucing bahkan anjing. Tau sendiri kan kalo dikampung biasanya anak-anak diajari investasi ama orang tuanya , salah satunya dengan piara kambing, sapi atau kerbau. Walaupun kami keluarga muslim yang taat tapi gak menghalangi untuk piara anjing, karena sekalipun haram tapi sangat berguna buat jagain rumah, ladang dan kandang sapi/kerbau asalkan abis pegang-pegang dicuci sampai bersih sesuai ajaran islam. Intinya kedua orang tua Babang gak larang buat piara apapun asalkan jangan piara tuyul.

Penelitian membuktikan banyak manfaat dari memelihara kucing seperti mengurangi rasa kesepian #lirikjones, mengurangi depresi dan kesempatan hidup lebih lama. Kucing udah sejak lama jadi bagian dari peradaban manusia. Konon katanya kucing adalah hewan kesayangan firaun si penguasa mesir. Sedangkan dijaman sekarang kita bisa liat kucing bukan hanya sebagai hewan piaraan tapi udah dianggap bagian dari keluarga. Namun dibalik kelucuan mereka, ada semacam komitmen jangka panjang bagi si empunya. Hal ini tentu saja bukanlah masalah besar bagi cat lover sejati tapi merupakan kabar buruk bagi yang gak mau repot kasi makan, memandikan, bersihin kotoran dan kandang mereka. Hal-hal ini yang bikin orang tua berpikir ribuan kali sebelum membolehkan anak mereka memelihara binatang manjah ini.

Nah, bagi Kepoerz yang gak punya kucing karena berbagai alasan tapi pengen bingit main ama mereka gak usah berkecil hati, sekarang udah banyak kok tempat nongkrong berupa kafe kucing yang menjadikan kucing sebagai "menu" utamanya. Pengunjung bebas berinteraksi dengan makhluk lucu ini sambil menikmati makanan/minuman yang mereka jual. Cat cafe/ Kafe kucing pertama di dunia berasal dari kota Taipei, Taiwan taun 1998, menyusul di Jepang taun 2004 dan menyebar ke negara lain seperti Korea Selatan, negara-negara di Eropa, Amerika, negara tetangga kita Singapura dan sekarang Indonesia. Kafe kucing pertama dan kedua di Indonesia ada di Jakarta dan kali ini Babang mau ripiuw kedua kafe kucing ini. Dari pada pinisirin baca sampai habis ya gaes.



CUTIE CATS CAFE

Kafe kucing pertama yang Babang kunjungi yaitu Cutie Cats Cafe yang diklaim sebagai kafe kucing pertama di Indonesia. Terletak dilantai 2 sebuah ruko di daerah Kemang, Jakarta Selatan, untuk naik ke atas ada pintu masuk disamping toko dilantai dasar yang menjual berbagai macam tas. Resmi dibuka pada 12 februari 2015, dan menurut ownernya sih dapat sambutan yang meriah bingit dari pecinta kucing. Ini terbukti sejak pertama kali dibuka rata-rata pengunjung dalam sehari mencapai 100 orang pengunjung. imezing yah. 





Sebelum masuk pengunjung wajib melepas alas kaki dan memakai sandal yang udah disediain. Petugas yang jaga bakal jelasin beberapa peraturan yang ada disini. Perlu diketahui bahwa kafe kucing ini merupakan Cat Cafe, bukan Cafe With Cat yang mana Cat Cafe berarti kafe ini adalah rumah bagi kucing dan pengunjung adalah tamu yang bisa berinteraksi dengan mereka. Sedangkan Cafe With Cat berarti kucing yang berkeliaran bebas di kafe menemani pengunjung untuk makan dan minum. Pengunjung dibolehkan memegang kucing tapi tidak diangkat atau digendong dengan paksa, tidak boleh menarik ekor kucing, memencet bagian perut, mengganggu saat mereka makan atau tidur. Pengunjung dibolehkan memotret kucing tapi tidak menggunakan lampu flash.





Ruangan bermain tidak terlalu luas sehingga pengunjung dibatasi maksimal 19 orang, 14 dewasa dan 5 anak-anak. Di dalam terdapat sofa duduk tanpa kaki untuk pengunjung, rumah-rumahan kucing, rak-rak tersusun di dinding menyerupai tangga untuk kucing yang hobi melompat dan  tv layar datar dengan tayangan video kucing bermain-main. Lantai beralaskan karpet dan ruangan dilengkapi AC jadi dijamin betah berlama-lama disini. Sesuai namanya, Kafe Kucing ini menyediakan makanan dan minuman yang bisa dipesan pengunjung. Menu yang ada disini berupa berbagai macam Cakes, Cup Cakes, Biscuits, minuman ringan, minuman dingin dan panas. Harganya mulai dari 19 ribu - 195 ribu. Oia, gak dibolehin memberi makan kucing dengan makanan tadi, kalau mau kasi makan kucing kita bisa beli Chiken Snack yang juga dijual disini .









Kucing penghuni ruangan ini berjumlah 16 ekor dari berbagai jenis ras seperti Persia, Exotic, Maine Coon, Bengal, Himalayan dan Scotish Fold. Saat Babang datang Jam 10 pagi, sepertinya mereka baru habis sarapan dan masih malas-malasan diajak main. Sebagian tidur manjah dilantai sebagian lagi sembunyi di dalam rumah-rumahan mereka. Semua kucing disini udah dijamin jinak dan gak takut sama umat manusia. Jenis kelaminnya juga nyampur jantan dan betina. hapah? gimana kalau nanti hamil diluar nikah trus ngelahirin anak ilegal? tenang, kucing-kucing disini sudah disterilkan alias suntik mandul. Jadi gak peduli berapa kali kimpoy dalam sehari gak bakalan bunting.





Kelebihan    : semua kucing merupakan kucing ras, tidak ada kucing domestik/kampung.
Kekurangan : Ruangan Sempit dan sedikit bau, menu makanan hanya terbatas pada kue.




CUTIE CATS CAFE

Alamat                     : House of Pika-Pika Lantai 2
                                  Jalan Kemang 1 no 12F, Jakarta Selatan
Waktu Operasional  : Senin - Minggu jam 10 pagi - 9 malam
Harga                      :1 Jam pertama Weekday Rp 55.000 , Weekend 75.000, Jam berikutnya Rp 35.000/jam
Website                    : https://www.cutiecatscafe.com



THE CAT CABIN

Kafe kucing kedua yang Babang kunjungi yaitu The Cat Cabin yang terletak dilantai 3 sebuah ruko didaerah Kemang. Kafe kucing ini dibuka bertepatan dengan hari Valentine 14 Februari 2015 alias 2 hari setelah opening Cutie Cats Cafe. Sebelum masuk pengunjung diwajibkan melepas alas kaki dan mengganti dengan sandal yang udah disediain.









Sama seperti kafe kucing sebelumnya, disini juga berlaku beberapa peraturan yang harus ditaati oleh pengunjung seperti dibolehkan memotret kucing tanpa lampu flash, dilarang menarik ekor kucing, mengendong dengan paksa, menganggu kucing yang tidur dan memberi mereka makan dengan makanan manusia. Untuk menu makanan, kafe kucing ini lebih lengkap dari seniornya. Selain kue dan minuman ringan, disini juga tersedia nasi goreng dan nasi campur lidah sapi. Harganya pun lebih murah mulai dari Rp 10.000 - Rp 45.000 saja.  





Dibandingkan Cutie Cat Cafe, The Cat Cabin mempunyai ruangan bermain yang memanjang dan lebih luas. Ada kursi dan sofa berkaki yang diletakkan berjarak, Puluhan buku yang bisa dibaca pengunjung yang rata-rata masih berhububungan dengan dunia kucing disusun rapi di rak yang menempel di dinding. Pengunjung juga akan ditemani dengan lantunan musik jazz yang lembut, jangan lupa kalau tempat ini udah dilengkap air purifier jadi gak bakalan ada kecium bau-bau aneh.







Kucing penghuni kafe ini berjumlah 14 ekor, 11 diantaranya ras persia dan exotic dan 3 sisanya adalah kucing domestik/kampung. Salah satu kelebihan kucing kampung dibandingakn kucing persia adalah lebih lincah dan tidak gampang capek, coba bandingkan dengan kucing persia yang terkenal manjah dan sangat pemalas. Keuntungan dari mencampur mereka dalam satu ruangan ialah kucing-kucing persia nan manjah ini akan terkontaminasi oleh kehiperaktifan kucing domestik. Sehingga saat pengunjung datang tidak akan mendapati kucing dalam kondisi pewe alias tidur-tiduran melainkan dalam kondisi yang siap diajak bermain. Untuk kenyamanan, pengunjung dibatasi sebanyak 15 orang saja didalam ruangan. Menurut Babang The Cat Cabin adalah kafe kucing "namberwan' dari segi desain dan kenyamanan.






THE CAT CABIN
Alamat                    : Jalan Kemang Raya No 31
Waktu Operasional : Selasa - Kamis jam 9 pagi - 9 malam 
                                  Jumat - Minggu jam 9 pagi - 10 malam
Harga                      : 1 Jam pertama Weekday Rp 60.000 , Weekend 65.000, Jam berikutnya Rp                                               50.000/jam
Website                    : https://www.thecatcabinjakarta.com

                              

Kelebihan   : Ruangan lebih luas dan tidak bau karna ada air purifier, ada wastafel untuk pengunjung,                       Kucing lebih aktif karena dicampur dengan kucing domestik, menu lebih banyak tidak                         terbatas pada kue saja.

Kekurangan : Koleksi kucing lebih sedikit, tidak semua kucing merupakan kucing ras

You Might Also Like

30 comments

  1. wah unik kali ya ada aja idenya, ntr mau nyobaik ah klo di Jakarta mantapppp

    ReplyDelete
    Replies
    1. asli keren tempatnya mas asad, kalau ke jakarta wajib mampir

      Delete
  2. lucu and unik ya mad, wahhh bagi penggemar kucing bakalan betah banget di sini apalagi kucing nya imut-imut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Babang 2 jam gak kerasa disini kak 😍

      Delete
  3. baru tahu ada cafe seunik di jakarta

    ReplyDelete
  4. Kesian kok dimandulin sih. Manusia aja pengen punya keturunan, apalagi kucing :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin dah kebanyakan anak kali kak biar gak brojol tiap sabtu πŸ˜‚

      Delete
  5. Ada kucing Garong tak...?
    Haha...unik kafenya...!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kucingnya masi lugu mas, belum ditraining menggarong πŸ˜‚

      Delete
  6. Lucuu lucuu cafe kucingnya. Cocok banget buat penggemar kucing, sayangnya saya ngga begitu suka kucing >.<

    ReplyDelete
  7. Lebih nyaman di The Cat Cabin ya, tapi sayang kucingnya dikit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya eka, serius betah banget lama lama disini

      Delete
  8. lucuuuu bnyak bnget tu kucing.. jadi pengen kesana :):)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sesama tinggal dijakarta wajib kak kesana secara deket kan

      Delete
  9. Waaaa kiyuutt sangat kucing2x...q suka kucing yang lucu2 gt tp g suka kalau dsruh miara, hahaha...d jogja dh ad belum yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. di jogja udah ada kak, kalo gak salah namanya miaw shake cat cafe 😊

      Delete
  10. wahhh,, boleh dicoba nih.. ak suka kucing tapi gak maniak banget sih. paling suka kalau ngelus2 kucing. katanya bisa ngurangin stress. heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau tinggal di jakarta atau kebetulan lagi di jakarta wajib mampir kak, dijamin gak nyesel

      Delete
  11. oke kucingnya sangat lucu apalagi kalo udah di mainin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, kucingnya lucu banget udah jinak semua

      Delete
  12. mas babang jangan kecup satu2 bukan muhrim -_-"

    betewe itu kucingnya lucu2 amat ya...anakku pasti geli heboh kalo diajak kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. kecup syariah aja kak alis kecup kisbai 😝, ajakin dedeknya kesana kak pasti senang

      Delete
  13. Kucingnya lucu2 banget tapi aku geli kalo di deketin kucing, jadi pasti ngak nyaman kalo mau nongkrong

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah persis banget ama kakak Babang, liat kucing senang sih lucu cuman kalo pegang gak mau dia πŸ˜…

      Delete
  14. wew, biasanya mah kalau makan suka risih deket-deket ama kucing, ini malah ada cafe kucing yaa, unik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengalaman baru juga buat Babang kak, mereka anteng banget pula gak takut atau nyakar

      Delete
  15. Comelnyaaa. Awak maulah ke sana, Bang. Makasih infonya, yo. Awak pens berat kuceeeeng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes, kalo main ke Jakarta dun 4get mampir kesana ya

      Delete