KEMBARA KRAF SELANGOR 2016

September 10, 2016



Bulan kemaren Babang Trav berkesempatan menghadiri undangan event #KKS2016 atau Kembara Kraf Selangor 2016. Kebetulan bukan cuma babang aja dari Indonesia, ada mbak Anazkia (www.anazkia.com) dan mas Eka dari MQTV Bandung. Total ada sekitar 20 teman-teman media dan blogger yang hadir. Acaranya sendiri berlangsung dari tanggal 25-28 Agustus 2016. Tujuan diadain acara ini untuk promosiin hasil kerajinan tangan yang ada di Malaysia khususnya di daerah Selangor dan memberi dampak ekonomi untuk memakmurkan rakyat Selangor. Kembara Kraf Selangor pertama kali diadain taun 2011, event ini kemudian rutin diselenggarkan dengan tema yang berbeda-beda tiap taunnya. Adapun untuk taun 2016 acara ini mengusung tema "Back to basic".




HARI PERTAMA

Jam menunjukkan jam 9 pagi, Babang dan teman-teman lain diantar bus wisata ke Wakaf Perkampungan Craft Incubator lokasi pertama yang dikunjungi hari ini. Kami berkumpul di Craft shoppe, toko menjual kerajinan cinderemata yang dibuat ditempat ini seperti batik, tenunan, ukiran kayu, anyaman rotan dan produk dari logam. Acara dibuka dengan sepatah kata oleh Bapak Muhammad Azrul Hussein dari Institut Kraf Selangor. Oia gaes, disini bukan cuma bisa beli hasil karya yang udah jadi lho, kita juga bisa liat langsung proses pembuatannya.



Workshop pertama yang kami kunjungi ialah ukiran kayu dari Ayong Craft. Kayu beragam ukuran dipahat menjadi hiasan dinding, rata-rata motifnya adalah bunga atau kaligrafi.  



Sama halnya di negara kita, disini rotan juga dijadikan kerajinan tangan. Jika di Indonesia rotan biasanya dianyam menjadi kursi atau furniture berukuran besar, disini rotan dianyam menjadi barang kerajinan berukuran lebih kecil seperti bakul buah, tatakan piring, tudung saji, keranjang dan barang bernilai ekonomi lainnya.



Foto kiriman T R A V E N G L E R (@travengler_id) pada

Workshop selanjutnya yang Babang kunjungi yaitu Khalis Deco spesialis  tembikar. Semua barang yang ada disini terbuat dari tanah liat. Babang sempat kepoin Mamas yang lagi sibuk bikin mangkok ini, nanya-nanya cara membuatnya. Jadi Mamas nya bilang untuk membentuk tanah liat menjadi kerajinan tangan setidaknya menggunakan 3 teknik. Teknik pertama ialah manual, tanah liat dibentuk menggunakan tangan. Teknik kedua membentuk tanah liat dibantu dengan piringan yang berputar, biasanya teknik ini dipakai untuk membuat guci atau mangkuk.


Sedangkan teknik ketiga yang paling gampang , tanah liat dibentuk menggunakan cetakan.Setelah tanah liat dibentuk menjadi kerajinan tangan contohnya guci, proses selanjutnya adalah pengeringan untuk menghilangkan kandungan air didalamnya. Setelah kering guci akan diwarnai agar terlihat lebih menarik kemudian dimasukkan dalam tungku bakar. Guci dibakar beberapa jam agar benar-benar keras dan tidak mudah pecah. Langkah terakhir guci akan dicat dengan lapisan bening agar terlihat cantik mengkilap.






Masi ditempat yang sama, disebelahnya adalah workshop batik. Ditempat ini kita bisa liat proses batik tradisional menggunakan canting dan batik modern yang dilukis menggunakan kuas. Babang dan teman-teman yang hadir dikasi kesempatan warnain batik di kain putih panjang yang udah di lukis motif. Pola gambarnya dilukis dengan cat khusus sehingga saat diwarnain dijamin rapi karna gak bakalan keluar garis. Proses selanjutnya kain akan direndam dengan cairan khusus untuk penguncian warna agar tidak mudah luntur lalu dijemur. Kain batik siap dipasarkan. Kain batik yang dihasilkan disini biasanya akan dijadikan pakaian atau mukena.








Satu lagi teknik membatik yang paling gampang yaitu pakai cetakan. Kamu yang gak punya keahlian melukis menggunakan canting bisa pakai ini. Gak perlu takut repot, tinggal celup langsung tempelkan di kain.






Bagian yang paling Babang suka disini adalah saat liat proses menenun kain. Benar-benar dibutuhkan banyak kesabaran ditiap prosesnya. Untuk menggulung benang contohnya, kumparan benang haruslah padat dan seimbang. kumparan yang bagus adalah yang tipis dikedua sisi dan akan membesar di bagian tengah. Sedangkan kumparan yang gak padat dan  akan digulung ulang.




Benang yang digulung kemudian di susun satu persatu. helai per helai untuk ditenun. Benang akan ditenun sesuai pola yang udah ditentuin. Butuh kesabaran dan ketelitian di proses ini. Konon untuk menenun satu helai kain menjadi kain utuh membutuhkan waktu lebih dari 4 bulan.





Penenun yang ada disini digaji oleh kerajaan (negara) , kain tenun ini kemudian menjadi milik kerajaan dan biasanya dijadiin souvenir untuk tamu negara yang berkunjung ke Malaysia. Jika tertarik membeli siapkan duit yang banyak ya karna harganya amat sangat mahal. Satu helainya aja sama dengan gaji Babang setaun :(  #nangisdarah.



Insitut Kraf Negara
alamat   : No.1 Km 20 jalan Ipoh_rawang,Taman rekreasi Templer, 48000 Rawang, Selangor Darul Ehsan
telp        : 0360915322
website  : ikn.gov.my
-------------------------------------------------------------------------------------------- 
Setelah makan siang, agenda kami selanjutnya mengunjungi Muzium Orang Asli yang beralamat beralamat di jalan Pahang Lama Gombak, Selangor. Museum ini berisi peninggalan nenek moyang Malaysia. Bagi Brosis yang pengen tau kehidupan Malaysia di masa lampau, museum ini adalah tempat yang sangat tepat. Di tempat ini kita liat peninggalan orang jaman dulu seperti senjata berburu, peralatan memasak, bentuk rumah, bentuk kuburan, alat transportasi, baju yang mereka pakai dan adat pernikahan.






Babang dan rombongan disambut oleh Bapak Miswan pemandu yang bertugas disini, beliau jelasin asal-usul dan tujuan dibangun museum ini. Museum ini lahir berkat gagasan Dr. Baharon Azhar bin Raffie'i untuk memelihara warisan budaya masyarakat asli. Museum ini dibuka pertama kali pada 29 September 1987 diresmikan oleh Tun Dr. Mahathir bin Mohammad, presiden Malaysia saat itu.





Bapak Miswan bercerita panjang lebar tentang masyarakat asli yang pernah hidup disini. Total ada sekitar 18 suku orang asli yang mendiami Malaysia dan tersebar disepanjang daratan Malaysia. Sebenarnya di jaman sekarang pun masi ada suku asli yang hidup di Malaysia, mereka tinggal di hutan-hutan jauh dari pemukiman warga atau keramaian. Masih mempertahankan gaya hidup yang relatif ketinggalan jaman dan tidak suka berbaur dengan manusia modern kayak kita. Kita? 





Tau gak gaes, masyarakat asli jaman dulu gak kenal yang namanya Tuhan, alias gak punya agama. Mereka cuma percaya pada roh-roh dan hantu. Disaat salah satu anggota keluarga sakit, mereka percaya ada roh jahat yang mengganggu. Apabila si sakit meninggal, mereka akan mengubur mayat beserta barang-barang yang pernah dibuat oleh si mayit tadi. Contohnya ukiran kayu yang pernah dipahat olehnya, atau senjata yang pernah dibuatnya. Ini mereka lakuin agar hantu yang meninggal tadi gak akan ganggu masyarat yang masih hidup. Setiap ada kematian, mereka akan langsung pindah ke tempat baru jauh dari tempat tinggal yang lama untuk menghindari gangguan dari roh jahat dan hantu.


Diakhir kunjungan kami dibawa ke sebuah ruangan mirip bioskop tapi dengan ukuran yg mini untuk nonton film jadul. Film ini bercerita tentang kehidupan masyarakat asli jaman dulu, bagaimana mereka bergotong royong membangun rumah panggung dalam waktu yang singkat menggunakan alat-alat yang sederhana. Mereka sanggup mendirikan rumah kokoh tanpa menggunakan paku sama sekali. Tiang rumah dari batang pohon yang besar, atap dari anyaman daun kelapa dan dinding dari anyaman bambu. Satu rumah panggung siap huni ukuran besar bisa mereka selesaikan hanya dalam satu hari aja lho. Wow emejing kan ?!. Tour di museum ini ditutup oleh tayangan film tadi dan selesai sudah perjalan hari pertama, babang dan teman-teman kembali ke hotel untuk makan malam dan istirahat.
-------------------------------------------------------------------------------------------- 
Muzium Orag Asli
alamat                   : Km 24 Jalan Pahang, Gombak, 53100 Kuala Lumpur
tel                          : 03-61878786
web                       : www.jakoa.gov.my
waktu berkunjung : Sabtu-kamis
                                Jumat (tutup)                              

HARI KEDUA



Di hari kedua #KKS2016, Babang dan rombongan mengunjungi Art Case Galleries miliknya Raja Azhar Idris, Bapak ini adalah lulusan Degree in Fine Art universitas Victorian College of the Arts, Melbourne, Australia. Beliau bercerita dulu ayahnya adalah toke kecap, walaupun orangtuanya cukup sukses dengan usahanya, tapi beliau gak tertarik buat nerusin bisnis bapaknya dan memilih melukis yang udah jadi passionnya. Jika kebanyakan pelukis menggambar di permukaan kertas atau kain, pria kelahiran Beruas, Perak, 64 silam ini melukis di permukaan kaca. Kaca yang dijadikan medium lukisan adalah kaca khusus yang diimpor dari Amerika sedangkan untuk cat didatangkan dari Jerman. 

Hasil karya Bapak ini bisa dibilang gak murah, karna harga materialnya yang tinggi dan diimpor dari luar negri. Salah satu karya beliau yang paling mahal adalah peralatan makan berupa piring dan mangkuk untuk keluarga kerajaan di Malaysia. Bukan sembarang piring dan mangkuk karna dilukis menggunakan cat emas. emejing !!. Dengan karyanya yang tidak biasa, bapak ini pernah memenangkan berbagai penghargaan tingkat nasional dan internasional. Salah satu karyanya yang fenomenal dan wow emejing yaitu Sime Darby glass Murale yang mendapatkan penghargaan dari musium rekor malaysia sebagai mural kaca terpanjang di Malaysia.


Art Case Galleries
Alamat : No 8, Jalan Kelab Ukay 2, Bukit Antarbangsa 68000 Ampang, Selangor Malaysia
Telp : 03-41077329
Hp : 019-3118804
Email : Princeglass@lycos.com.
--------------------------------------------------------------------------------------------

Perjalanan dilanjutkan ke kediaman Haji mohd Yusuff Shamsudin di Daerah Selayang Baru. Apa yang kami liat disini betul-betul unik dan langka. Pria 88 taun ini membuat gambar pemandangan dari jerami gandum. Seni menggambar menggunakan jerami diyakini berasal dari Indonesia menggunakan jerami padi namun kakek ini memilih menggunakan alternatif lain yaitu jerami gandum. Batang gandum diimpor dari China dan Jerman karna menurut beliau kualitasnya jauh banget dibandingin batang gandum lokal.





Cara pembuatan gambar dimulai dengan memotong batang gandum yang udah berwarna menjadi potongan kecil lalu disusun menjadi gambar ke kertas hitam. Potongan batang gandum dilem menggunakan lem kertas. Jika anak muda sekarang yang udah bermasalah dengan penglihatan di usia belasan taun, tapi gak dengan kakek ini. Walaupun usianya udah senja, kakek ini masih punya penglihatan bagus dan bisa melihat benda-benda kecil dengan jelas tanpa bantuan kacamata sama sekali. Biasanya gambar yang dibuat adalah gambar pemandangan atau kaligrafi. Proses pengerjaan satu gambar pemandangan bervariasi mulai dari hitungan jam hingga beberapa bulan tergantung besar kecil kertas dan tingkat kerumitan gambarnya. Untuk menggambar di kertas ukuran kartu pos contohnya, pengerjaannya sekitar 1 jam an aja untuk gambar yang lebih besar sebagai hiasan dinding bisa mencapai 3 bulan. Kakek Yusuff menggeluti pekerjaannya ini sejak 64 taun yang lalu. Percaya atau gak, beliau adalah satu-satunya seniman di Malaysia yang berkarya menggunakan jerami gandum.



Gambar Jerami
Alamat : Lot 61 Jalan 11, Selayang Baru, 68100 Batu Caves, Selangor Darul Ehsan, Malaysia
Hp        : 0182051578
Email   : Anuarmy1963@yahoo.com.my
-------------------------------------------------------------------------------------------- 

HARI KETIGA

Dihari ketiga Babang Trav dan teman-teman mengunjungi pabrik pembuatan kepala singa yang dipakai dalam pertunjukan lion dance/tarian singa. Pabrik yang berada di sebuah ruko ini milik Master Siow. Berawal dari ketidakpuasan beliau dengan kepala singa buatan china, akhirnya terpikir untuk membuat sendiri kepala singa sesuai keinginan. Kepala singa buatan China kerangkanya terbuat dari bambu yang mana mudah patah dan keropos seiring berjalannya waktu. Selain itu ujung bambu yang runcing tidak jarang melukai pemain yang mengenakkannya.




Master Siow membuat kepala singa versinya sendiri dengan mengganti bambu dengan rotan. Untuk beberapa bagian kerangka menggunakan alumanium sehingga lebih kokoh dan tahan lama. Beliau tidak pernah belajar dengan orang lain, keterampilannya membuat kepala singa didapatkan dari belajar otodidak. Untuk membuat satu kepala singa dibutuhkan lebih dari 100 langkah, setelah kerangka dibentuk menggunakan rotan, langkah selanjutnya yaitu melapisi dengan kertas dan kain. Proses ini memerlukan waktu 3 hari agar lapisan menyatu sempurna. Selanjutnya kepala naga akan dicat  warna warni dan memasangkan hiasan dan pernak-pernik. Dalam setaun pabrik ini mampu memproduksi 500 kepala singa yang di ekspor ke China, Taiwan, Hongkong dan Amerika. Harga 1 set kepala singa berkisar Rm 2.000 - Rm 3.000. Diusianya yang udah gak muda lagi, Master Siow malah makin sibuk dengan kegiatan mengajar kelas pembuatan kepala singa dan Tarian Singa. Beliau bahkan pernah dipanggil oleh salah satu universitas di China untuk mengajar Tarian Singa.



Malam harinya Babang dan rombongan dikasi kesempatan liat pertunjukan Tarian Singa yang ternyata sama dengan tarian Barongsai yang ada di Indonesia. Sebagian Anggota memaikan alat musik dan sebagian lagi menari-nari, melompat sesuai iringan musik.


Alat-alat tarian singa Wan Seng Hang trading
 Alamat  : No 22 Jalan Bulan U5/168, Shah Alam, Malaysia
Telp       : 03-78451239
Website : www.wansenghang.com
Email    : wshang@tm.net.my                                                                                                           


-------------------------------------------------------------------------------------------- 


Tulisan ini merupakan media familiarization trip #KembarakrafSelangor  25-28 Agustus 2016 yang diselenggarakan oleh Tourism Selangor dan Unit Perancang Ekonomi Negeri Selangor ( UPEN) bekerja sama dengan Gaya Travel Magazine Malayisa.


You Might Also Like

14 comments

  1. Seru ya bisa cobain bikin sendiri!

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru bang, selama ini cuma bisa liat di tipi,disini bisa nyobain langsung

      Delete
  2. Replies
    1. iyes kak, eh ini baru hari pertama. masi ada 3 hari lagi yg perlu ditulis mehehe

      Delete
  3. Keren ya bang, nambah wawasan banget

    ReplyDelete
  4. Pengen ikutan ah kapan-kapan. Hehe PD amat bakalan diajak. Btw Datok Mahathir Muhammad itu Perdana Mentri Bang bukan Presiden.

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iya kak. kalau disna presiden disebut perdana mentri ya kak 😅

      Delete
  5. Sebagai crafter *benerin kerah* pasti seru nih liat yg ginian, pengeeen

    ReplyDelete
  6. wah asyik banget tuch bikin sendiri, belum pernah pengen nyobainn. Mupeeenngg

    ReplyDelete
  7. Owalah pengalamannya dibagi2 mas. Tak banyam orang mendapat kesempatan ikutan yang begituan.

    ReplyDelete
  8. keren, masih muda udah ke mana - mana...
    mahal sih tapi emang benar - benar buatan tangan :D

    ReplyDelete

🙏 Hai salam kenal ya. Matur tengkiuw udah kepoin blog Babang Trav. jangan lupa tinggalin komen ya. Babang pasti berkunjung balik ke blog Kepoerz semua. Komen berisi link langsung Babang hapus ya.

https://www.instagram.com/travengler.id/