SUNGAI KUNANG-KUNANG

August 15, 2016

Menetap di kota besar bikin kita hampir lupa suasana khas pedesaan. Bunyi "krik krik" dimalam hari menandakan seolah semua jangkrik bernyanyi sampai pagi, atau suara kodok yang bersahut-sahutan dengan penuh semangat setelah turun hujan. Favorit Babang Trav ialah kunang-kunang. Waktu kecil sering liat binatang ini di sekitar sawah dekat surau tempat mengaji. Rasa takjub bercampur bahagia saat liat mereka berterbangan dan mengeluarkan cahayanya. Serangga ini punya nama latin Photinus Pyralis, di Indonesia kita mengenalnya dengan sebutan kunang-kunang sedangkan di Malaysia, orang sana memanggilnya dengan sebutan Kelip-kelip.




Tapi sayang banget banyak anak-anak sekarang gak tau sama sekali apa itu kunang-kunang. Jangankan liat, mendengar namanya aja gak pernah. Tapi tenang, bagi Kepoerz yang pengen ngenalin kunang-kunang pada anak-anak atau sekedar bernosltagia ala-ala tempo doeloe, kita bisa mengunjungi Firefly Park yang berada di daerah Kota Tinggi, Malaysia. Meskipun namanya ada embel-embel  "park", jangan berpikir kita akan mencari serangga bercahaya ini di taman atau kebun ya,  tapi kita akan menyusuri sungai tempat habitat mereka. Harga tour ini  Rm.20 atau sekitar Rp 65.000 untuk dewasa dan Rm.12 atau sekitar Rp 40.000 untuk anak-anak.



Setelah membeli tiket, Babang disuruh duduk menunggu pengunjung yang lain. Kapal akan berangkat apabila sudah ada minimal 6 orang. 10 menit kemudian datang 6 pengunjung lain, tampaknya mereka satu keluarga. Babang digabungkan satu kapal dengan mereka.



Waktu menunjukkan jam 8 malam. Penjual tiket memanggil untuk membagikan jaket pelampung. Dia kemudian memberikan arahan singkat dalam bahasa mandarin. Hedeuh manalah awak ngerti. Sesampai dikapal Babang bertanya kepada bapak-bapak chinese tentang apa yang disampaikan tadi. Jadi ada beberapa peraturan yang harus ditaati seperti mengambil gambar tanpa lampu flash dan larangan untuk pindah posisi duduk untuk menjaga keseimbangan kapal.




Kapal yang digunain untuk berlayar ini berkapasitas 20 orang. Walaupun tampak seadanya tapi kapal ini memiliki atap jadi gak perlu kuatir kalo tiba-tiba hujan. Kapal digerakkan oleh mesin dibagian ekor. Berhubung ada 7 penumpang, nahkoda kapal menyuruh 4 orang duduk di bagian kanan dan 3 orang di bagian kiri. Gak dibolehin tiba-tiba beralih posisi duduk, kapal yang gak seimbang bisa-bisa oleng dan karam. Setelah semuanya siap, kapal mulai bergerak pelan membelah sungai.



Sekitar 5 menit berlayar Babang udah bisa liat kunang-kunang dari kejauhan. Mereka menerangi sepanjang sungai ini dikiri dan kanannya. Bapak nahkoda mengarahkan kapal untuk menepi. Babang langsung melonjak kegirangan seperti anak kecil. Ratusan kunang-kunang hinggap di batang pohon yang tumbuh di pinggir sungai. Sebagian dari mereka diam di dahan sedangkan sebagiannya lagi berterbangan sambil memamerkan cahaya di tubuh mereka. Semua kunang-kunang yang terbang berjenis kelamin jantan karna hanya kunang-kunang jantan memiliki sayap sedangkan yang betina tidak. Makanya si betina menghabiskan waktu menempel di daun atau tanah.



Berulang kali Babang mencoba mengambil gambar dengan henpon, seteleh jeprat-jepret gak ada gambar kunang-kunang yang tertangkap difoto tadi. Hanya gambar hitam pekat :(. Bahkan setelah dizoom gak nampak cahaya kunang-kunang sedikitpun #nangisdarah. Kapal beranjak ke sisi kiri sungai, disini ada lebih banyak kunang-kunang. Babang minta ijin untuk bisa berdiri di haluan. Berusaha sedekat mungkin untuk ngambil foto namun tetap hasilnya nihil. Tampaknya bukan cuma Babang yang harus menelan kekecewaan, sepasang kekasih yang duduk di sebelah juga mengeluhkan hal yang sama. Si cowok pake Samsung note 5 sedangkan si cewek pake iphone 6 plus atau 6S plus. Gak peduli seberapa canggih handphone yang dibawa, Gak ada satupun diantara kami yang berhasil mengabadikan momen ini.


Sadar usaha tadi sia-sia, Babang putuskan untuk fokus menikmati pemandangan "wow emejing" ini dan "merekam"nya didalam kepala. Kapal terus bergerak zig-zag kekiri dan kekanan. Sumpah Babang gak bisa sembunyiin rasa bahagia pas liat lebih banyak lagi kunang-kunang. Ribuan cahaya kecil berpendar di sebuah pohon besar. Mereka seperti lampu kecil yang menghiasi pohon natal raksasa. Sebagian kunang-kunang tanpa malu-malu terbang diatas kepala kami. Maha besar Allah yang telah menciptakan alam beserta isinya. Jujur ini adalah salah satu momen terindah dalam hidup Babang. Sepanjang perjalanan sukses dibuat tersepona dan sangat bersyukur punya kesempatan menyaksikannya.


Setelah sampai di ujung sungai, kapal berputar balik kearah dermaga. Saat perjalanan pulang, kapal berhenti sejenak didekat sebuah  pohon. Bapak nahkoda mengeluarkan senter. " Jam segini dia pasti ada disana" ujarnya. Seekor biawak berukuran besar sedang tidur manja di atas pohon. Babang baru tahu biawak bisa memanjat setinggi itu hahaha. Tampaknya bapak itu tahu betul jam tidur biawak tadi. Durasi tour ini sekitar 45 menit. 45 menit yang sangat berharga. Pengalaman yang gak mungkin dilupakan. Jika ada kesempatan Babang pasti akan kembali lagi dengan membawa kamera yang lebih canggih :).

You Might Also Like

23 comments

  1. Sayang ya, mungkin pake DSLR baru bisa, btw ini foto nyomot dimana? Dicantumin dong ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya iya kak musti pake Dslr biar bisa zoom. gambarnya udah diwatermark sumbernya 😊

      Delete
  2. Ajakin aku dong Mad kalau mau pergi lagi, ajaaaakiiinnn.

    ReplyDelete
  3. wah... sayang banget padahal keren kalo dapet gambar kunang² nya. tapi perlu di coba nih. kapan² kesini lagi yuk mad 😁

    ReplyDelete
  4. Dulu waktu masih kecil saya dikasih taunya kalo kunang2 itu adalah kuku dari orang meninggal ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya taunya juga gitu mas pas kecil mehehhe 😂

      Delete
  5. wah keren banget ya....kunang2 itu ada di hutan bakau di malam hari..di bintan juga ada di wisata bakau...tp sptnya jarang yg ikutin wisata ini..mungkin krn malam ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya di Indonesia punya habitat kunang2 kayak gini kak. tinggal kitanya aja yg perlu serius garap dan promosiin

      Delete
  6. Yang betina ngak punya sayap itu arti nya mesti di rumah aja menunggu sang jantan datang #KodratWanita hehehe

    ReplyDelete
  7. wih keren kupu-kupunya, kok bisa jinak begitu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kunang-kunang mas bukan kupu-kupu 😂😂

      Delete
  8. ya ampunn jadi pengen kesana bang, jujur seumur hidup belum pernah liat kunang2 #syedihhh

    ReplyDelete
  9. Aku pernah tour ini di Malaysia, tapi lupa di mana. wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan banyak tour liat kunang2 di malaysia mas

      Delete
  10. Aku sudah lama banget gak lihat kunang-kunang. Asyik ya kalau bisa lihat lagi, mengingatkan ke masa kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya jadwal kita full disini sampe pulang.kalau gak bisalah babang ajak kak evi liat kunang2

      Delete
  11. Kapan ya terakhir liat kunang-kunang? Lupa.. saking lamanya....

    ReplyDelete
  12. Setelah lumayan luaaamma ga liat kunang2 eh baru liat bbrp bulan lalu pas naek gunung. Eh babang, kenapa ga ditangkep biawaknya? katanya biawak bisa dimakan ya?!

    ReplyDelete

🙏 Hai salam kenal ya. Matur tengkiuw udah kepoin blog Babang Trav. jangan lupa tinggalin komen ya. Babang pasti berkunjung balik ke blog Kepoerz semua. Komen berisi link langsung Babang hapus ya.

https://www.instagram.com/travengler.id/